Shalom readers yang cantik dan ganteng... Di gereja saya pendeta banyak sekali menyinggung tentang iman, salah satunya tentang harus menguatkan iman. Jujur saja, saya saat itu tidak mengerti apa itu iman. Lalu langsung saja saya berdoa meminta diajarkan apa itu iman. Pada malam harinya, ayah saya mengumpulkan seluruh keluarga dalam rumah untuk melaksanakan ibadah singkat yang diadakan setiap hari. Sesudah membaca menyanyikan puji-pujian dan membaca firman (kata-kata) TUHAN yang berbunyi : "Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat."-Ibrani 11:1 sesudah itu ayah saya berbincang-bincang dengan seiisi rumah tentang iman. Kebetulan sebelum ibadah singkat ayah saya sempat berbincang dengan salah satu hamba TUHAN tentang iman yang pernah mati dan hidup kembali karena kanker kelenjar getah bening dan penyakit lainnya, saat dia meninggal dia bertemu dengan Tuhan Yesus dan diapun dibawa ke Surga dan ke Neraka dan saat dia terbangun penyakitnya semuanya sembuh dan dia juga mendapat karunia penglihatan dan pendengaran yang bisa melihat dan berbicara langsung dengan Yesus (nanti saya akan ceritakan lebih rinci lagi tentang dia di post saya selanjutnya karena itu stay up to date dengan blog saya ya(〃⌒ー⌒〃) dan ayah saya mengatakan bahwa iman itu adalah murni pemberian dari TUHAN. Perumpamaannya adalah : Seorang Bapa ingin anaknya pulang ke rumah Bapanya di kampung. Dan Bapanya mengatakan "Jangan khawatir aku telah menyiapkan biaya bagimu (kendaraan, makanan dalam perjalanan, dll)", sehingga anak ini pun dapat pulang ke rumah Bapanya. Dalam perumpamaan ini Bapa = Bapa kita yang ada di sorga, anak = kita,yang mana adalah Anak-Anak Allah, Rumah Bapa=Sorga, dan biaya=iman. Yang mana kita ini sedang berjalan ke Kerajaan Allah dan iman adalah biayanya yang sudah diberikan Bapa dengan cuma-cuma, karena Bapa mempunyai kerinduan akan anak-anak-Nya yang pulang ke Kerajaan-Nya.
---Maaf post ini tidak sempurna karena saya ini juga manusia jika ada yang ingin ditambahkan silahkan :)---
Bagi yang tahu cara masukin emoticon ke post nanti tulis di komen ya :) Biasa, saya masih baru GBU :)
Selasa, 28 Juli 2015
Mengapa disebut Anak Allah?
Shalom....Banyak yang memikirkan hal ini. Tetapi tidak kunjung mendapat jawaban. Bahkan saya pun sebagai orang Kristen kadang bingung memikirkannya. Bahkan suatu hari saya pun hampir stress memikirkannya, mengapa Yesus disebut Anak Allah kalau Ia adalah Allah itu sendiri. Tetapi akhirnya saya sadar bahwa pengetahuan tentang TUHAN itu tidak bisa dipikirkan memakai akal sehat/ logik melainkan menggunakan hati. Karena sebenarnya akal manusia tidak dapat sanggup memikirkannya. Tetapi semua itu dapat kita pahami hanya karena hikmat dan iman yang berasal dari TUHAN sendiri.GBU....Immanuel
---Semua ini atas pemikiran pribadi saya maaf banyak kekurangannya jika ada yang mau disampaikan bisa melewati komen atau kirim e-mail ke abdirevandio@gmail.com
---Semua ini atas pemikiran pribadi saya maaf banyak kekurangannya jika ada yang mau disampaikan bisa melewati komen atau kirim e-mail ke abdirevandio@gmail.com
Langganan:
Postingan (Atom)